Semua orang punya impian, baik itu impian nyata sampai yang sulit dijangkau, layaknya punguk merindukan bulan.
Kali ini aku sedikit membantu seseorang mewujudkan impiannya. Bagiku membantu orang untuk mewujudkan impiannya, ada kebahagian tersendiri.
Awal pertemuan di Jogja Mall, saat itu aku sedang berjalan-jalan dengan sodara-sodaraku Kakang Mbakyu Malang 2006, Mbakyu Wida, Kakang Andri, Mbakyu Sindi, Kakang Bayu plus Kakang Rizal. Yang lain sibuk berbelanja, aku menunggu di Jogja Mall, karena selain tiada kepentingan berbelanja, aku ada janji dengan seorang teman, sebut saja Mr. T (diperagakan oleh model), menunggu lama…
Tetapi Tuhan berkata lain, ngga-ngga, aku ngga ditangkep satpam karena cakep, sama sekali bukan. Aku bertemu dengan seseorang yang rupa-rupanya sangat tiada asing bagiku. Beliau tersenyum ramah, aku masih terheran-heran, I know this guy! Tapi lupa namanya*bertanya-tanya dalam hati*
Aku tersenyum dan mencoba menyapa ramah *jurus andalan kalau ketemu orang tapi lupa namanya*, “Hae bang!”
Pria itu heran dan berpikiran, siapa ya, SKSD banget.
Ini Hijrah bang”, kataku cuek, sambil mengulurkan tangan.
“Najis loe!”, kata pria itu, terus dia menghilang dari hadapanku.
Aku bengong..
Haha, ngga-ngga, kalau gitu ceritanya udah habis duluan.
Aku disambut ramah oleh pria yang aku panggil abang itu, ya walaupun aku masih belum ingat juga siapa namanya, yang aku ingat beliau salah satu senior di Modal Bangsa yang dikagumi banyak adek-adek kelas.
Aku melirik kesebelahnya, ada seorang wanita yang senang senyam-senyum, aku berpikir cukup keras saat itu, do I know Her? Kayaknya ramah banget, apa salah satu dari kakak Kelas di Modal Bangsa juga, tapi siapa? Atau jangan-jangan dia ngga inget namaku sama seperti aku, jadinya senyam-senyum terus.
Untungnya pria itu dengan senang hati mengenalkan wanita itu kepadaku
“Ini Kak Ryan, Jrah, istri abang”, kata pria itu. sempet kaget juga, tapi bersyukur, kirain cuma aku aja yang bisa lihat cewek itu, sempet merinding disko..^-^
“Hae, kak Ryan, Hijrah” kataku sambil mengulurkan tangan.
Ini kesempatan buat aku, untuk mengetahui nama pria itu.
“Lagi mau belanja ya Kak Ryan?”, tanyaku basa-basi.
“Ngga Jrah, ini Cuma nemenin Bang Andi aja, jalan-jalan”, kata Kak Ryan sambil tersenyum.
Bang, Andi..hmm, aku jadi inget, Bang Restuandi. Yess, I get his name. Hahaha*tertawa dalam hati*
“Hijrah disini ngapain?kuliah udah selesai?kerja dimana?” Tanya bang Andi lagi.
“Eh, copot…copot..!”, ah, Bang Andi bikin kaget aku yang sedang tertawa dalam hati. “oh, ini lagi liburang sama temen-temen Kakang Mbakyu Malang bang, kuliah udah kelar, buka usaha aja di Malang, merchandise aja, Kadanha Design dan Irari Shop”, kataku sambil mengeluarkan salah satu produk yang aku buat untuk Irari Shop.
“Oh ya, wah, Kakak juga senang tu kayak gini-ginian”, kata Kak Ryan masih senyum-senyum sumringah.
Aku masih terheran-heran dengan Kak Ryan, what’s wrong with her?
“Oh ya, menarik tu Jrah, nanti kapan-kapan kita ngobrol ya tentang ini, soalnya abang ma kakak ada niatan untuk membuka toko pernak-pernik juga”, kata Bang Andi.
“Oke, bang, nanti kita ngobrol-ngobrol lagi deh”, kataku sambil melihat Mr. T yang kelihatan sudah tak sabar berambus.
Ya, itulah sepenggalah mula cerita yang masih akan berlanjut. Aku segera menemani Mr. mengejar cinta-nya di FKG UGM, melewati suasana Jogja yang hangat-hangat kuku.
Pertemuan SelanjutnyaAku hari itu burgerak liburan ke Jogja, sendiri. Seperti biasa, silaturahmi dengan teman-teman Modal Bangsa lainnya dan teman-teman Dimas Diajeng Jogja. Aku dijemput Dimas Wawan, dan Dimas Ipam, expertnya wisata di Jogja. Inilah keuntungan jadi duta wisata, bisa punya saudara dimana-mana, dan mau nyari referensi wisata jadi lebih mudah dan menarik, apalagi dibayarin.hehe, matur suwun buat Dimas Wawan dan Dimas Ipam ya. Setelah beberapa saat aku, dijemput oleh Dr. Gara, sahabat terbaikku yang sedang menyelesaikan hidup lajangnya di Jogja. Hihi..
Seperti biasa, kalau udah di kosannya Gara, waktu dihabiskan dengan ngobrol ngalor ngidul, makan-makan dan shalat berjamaah.Tetep ya.^-^
Aku jadi inget, mumpung di Jogja, ngga ada salahnya ketemuan dengan Bang Andi dan Kak Ryan, telpon, ketemuan deh. Aku Dikasih alamat rumah kontrakkannya, “Ayo Gar, Kita ke Rumah Bang Restu!tau kan tempatnya” kataku ke Gara sambil melihatkan alamatnya, kami pun meluncur kesana. Ngga rugi deh punya sahabat baik seperti Gara, diajak kemana aja mau..hihihi.
Sesampai di rumah kontrakkan Bang Andi dan Kak Ryan, kami disambut dengan hangat. Dan Kak Ryan tetap dengan senyum sumringah, Gara heran, wajar..ekspresi untuk orang yang baru pertama sekali ketemu Kak Ryan, Aku tahu kok rasanya*berjalan sambil melempar poni*.
Di rumah kontrakkan itulah obrolan tetang usaha itu makin serius. Aku senang, mendengar cerita Kak Ryan, yang ternyata terdeteksi belakangan kalau biang kerok dari semua itu adalah Kak Ryan. Mendengar cerita Kak Ryan yang mengebu-gebu dengan semangat 2000, Akupun jadi tambah semangat untuk berusaha membantu, mewujudkan impian Kak Ryan dan Bang Andi.
Kami pun pulang setelah waktu menunjukkan pukul 21.00, acara selanjutnya meluncur ke warung Aceh, mencari Mie dan masakkan Aceh lainnya. Dalam perjalanan, Gara menceritakan keheranannya dengan Kak Ryan, tuh, apa aku bilang ^-^ dan aku menangkap ketertarikkan dia untuk menanyakan sesuatu hal kepada Bang Andi yang tak jadi diungkapkan, hehe*secret*iya, Gar, rahasia..*dipentung Gara*
Setelah kepulanganku ke Kota halaman, Sabang. Aku mendapat telepon dari bang Andi untuk membuatkan beberapa alternative logo untuk usahanya yang direncanakan bernama Dodaidi. Hmmm, nama yang unik dan Aceh Banget!! Untuk yang belum tahu arti Dodaidi, dodaidi itu lagu pengantar tidur yang biasa dinyanyikan orang tua di Aceh untuk anaknya. Dodaidi selain untuk menidurkan anak, ada pesan moral lain yang terkandung di dalamnya, hal ini lah yang menjadikan dasar Bang Andi dan Kak Ryan mengangkat nama usahanya Dodaidi, membuat aku tambah semangat lagi.*ya, namanya juga anak-anak*
Setelah melewati beberapa proses, sabtu tanggal 20 Juni 2009, toko Dodaidi grand opening di Jalan Tentara Pelajar No.109, Banda Aceh. Ya walaupun, aku tidak bisa hadir disana, tapi aku bisa merasakan kebahagiannya. Selama proses pengerjaannya aku sangat menikmatinya. Semoga usahanya berjalan lancer dan membawa manfaat yang banyak untuk orang lain.
Ini ada beberapa foto yang sempat tertangkap kameraku.

Senyam-senyum sumringah, itulah Kak Ryan Sungguh bahagia wajah Kak Ryan ketika pemasangan Neon Box Dodaidi, menunjukkan impiannya bentar lagi terwujud.
Bersama Kasir amatiran handal, yang lagi lucu-lucunya.
Ya, walaupun keamanan udah dijamin, yang pake helm juga boleh masuk kok.